MENGAPA PERLU ILMU PENGELOLAAN SUMBERDAYA PESISIR DAN LAUTAN

Oleh Yar Johan

 
"Sumberdaya pesisir dan lautan merupakan kekayaan alam yang sangat bernilai yang harus dikelola dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan (on sustainable basis)"

  
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan jumlah pulau sebanyak 17.504 pulau dengan garis pantai sepanjang ±81.000 km, serta kawasan laut mencapai 5,8 Juta km­­­­­­­2. Dari potensi fisik tersebut, Indonesia dikaruniai kekayaan sumberdaya pesisir dan lautan yang besar dan beragam. Total potensi perikanan ± 6,4 juta ton ikan pertahun. Potensi lainya adalah sumberdaya minyak bumi, gas bumi, mineral, dan potensi energi non potensial serta jasa kelautan seperti tranportasi laut, industri maritim dan wisata bahari. Selain itu, wilayah pesisir dan lautan dikenal pula sebagai wilayah yang rentan (fragile) terhadap tekanan pembangunan.


Sumberdaya pesisir dan lautan merupakan kekayaan alam yang sangat bernilai yang harus dikelola dengan pendekatan pembangunan berkelanjutan (on sustainable basis). Pembangunan multi sektoral yang terjadi di kawasan ini telah memberikan akibat yang nyata terhadap kualitas lingkungan. Industri logging dan pertambangan merupakan industri yang telah menghasilkan keuntungan ekonomi yang besar bagi perusahaan sekaligus mampu meningkatkan pendapatan negara melalui devisa ekspor. Namun demikian, kegiatan-kegiatan tersebut juga menimbulkan dampak negatif terhadap kegiatan lain di wilayah pesisir dan lautan seperti terhadap kegiatan perikanan tangkap, budidaya perikanan dan industri pariwisata. Sementara itu, kegiatan-kegiatan perikanan tangkap dengan menggunakan alat tangkap yang bersifat merusak seperti dinamit dan racun, telah mengancam keberadaan habitat ikan dan menyebabkan terjadinya penurunan cadangan ikan, disamping merusak ekosistem terumbu karang. 

Selain itu, pemanfaatan sumberdaya pesisir dan kelautan yang tidak memperhatikan daya dukung dan kelestarian lingkungan seringkali menimbulkan permasalahan bagi keberlanjutan sumberdaya pesisir dan lautan. Penebangan hutan mangrove untuk kawasan perikanan tambak dan kawasan industri serta pengeboman karang juga menjadi penyebab rusaknya daerah pembesaran (nursery ground) dan daerah pemijahan (spawning ground) bagi berbagai jenis ikan komersil dan udang, erosi pantai, dan penyempitan lahan. Degradasi dan pencemaran lingkungan pesisir dan laut akibat kegiatan di sekitar pesisir dan lautan juga merupakan pokok permasalahan dalam pengelolaan sumberdaya pesisir dan lautan. 
Berdasarkan kondisi tersebut, pengelolaan wilayah pesisir dan lautan secara terpadu merupakan kebutuhan yang sangat mendesak agar ekosistem ini dapat terjaga dengan baik. Sebagai layaknya sebuah paradigma baru, maka pengusaan ilmu pengelolaan wilayah pesisir dan lautan ini menjadi penting bagi segenap pihak yang terlibat dalam pengelolaan wilayah pesisir dan lautan, khususnya Indonesia.

10 comments

Semoga Ilmu yang ku peroleh kelak mampu membangun bangsa yang tercinta ini, Amin.

Reply

hello... hapi blogging... have a nice day! just visiting here....

Reply

hi.. just dropping by here... have a nice day! http://kantahanan.blogspot.com/

Reply

Hi... Looking ways to market your blog? try this: http://bit.ly/instantvisitors

Reply

Great Blog And This Information Is Very Interesting
.

Reply

Post a Comment